Jumat, 17 April 2020

Wrong Time

Wrong Time
By: Lapet Kenlap

Bianca tersenyum menghadap layar gadget kesayangan nya itu, perasaan senang muncul dalam hatinya seolah mengelitik perut nya nomor baru masuk dalam kontak Whatsapp nya dengan kata yang sederhana “hai” akan mengubah dunia Bianca. Profil kontak baru itu memperlihatkan lelaki paruh baya tanpa mengenakan baju sambil memegang sebatang rokok, pandangannya kearah samping entah apa yang ada di fikirannya tapi foto itu memperlihatkan kebahagiannya.

Namanya Raka teman kampus Bianca, mereka menghabiskan waktu bersama selama empat tahun di salah satu perguruan tinggi swasta, banyak kenangan yang tak bisa dilupakan Bianca , kebodohan mereka , tingkah laku konyol mereka dan kini Bianca kembali terjebak dalam bayang-bayang memory dikampus nya dulu bersama Raka, betapa membahagiakan masa-masa itu, bagaimana Raka sangat menjaga nya, meski terkadang Raka tidak mengganggap Bianca sebagai seorang wanita , tapi Raka selalu ada untuk Bianca. Kini Bianca merasakan pipinya merona saat kembali pada masa-masa itu, sial…
“ Hai juga” balasan pertama Bianca. Banyak pertanyaan basa basi yang mereka lontarkan dan memulai komunikasi kembali. Seingat Bianca, mereka sudah dua tahun lost contact dan entah apa alasannya, yang Bianca ingat setelah dirinya meninggalkan tempat kelahirannya Bianca memang jarang berhubungan dengan teman kampusnya termasuk Raka, Bianca menyadari tiada waktu yang abadi, tiada kebersamaan yang abadi, semua akan berubah dengan waktunya.



Dari saling mengirim pesan kini Raka dan Bianca kembali berkomunikasi satu sama lain, ya kenangan pada masa masa kuliah kembali lagi , malam itu mereka menghabisakan waktu selama dua jam dalam video call, saling perduli tentang keseharian dan tak pernah lupa beberapa candaan konyol mereka. Dan entah mengapa setiap pertemuan dengan orang dari masa lalu pertanyaan yang lumrah terlontar adalah, apa kegiatanmu sekarang? apakah kau sudah memiliki kekasih? apakah kau sudah menikah? Raka dan Bianca juga saling melontarkan pertanyaan itu. Raka menceritakan tentang seorang wanita yang kini dekat dengan nya, bagaimana caranya menceritakan wanita itu terlihat bahwa Raka mencintai wanita itu dan Bianca senang mendengarkan setiap cerita Raka. Begitu juga dengan Bianca, banyak hal yang diceritakan Bianca tentang pria yang sudah menjalin hubungan dengan nya Joe. Bagaimana Joe sangat menyukai Bianca, bagaimana cara mereka bertemu hingga mereka menjalin hubungan dan akan melanjut kan hubungan mereka ke arah yang lebih jauh, yaitu pernikahan. 🙂🙂💕

Hari-hari yang mereka lalui kini menjadi sebuah rutinitas, saling mengirim pesan, saling menceritakan kegiatan masing-masing saling menceritakan hal-hal yang lucu dan kadang kebanyakan adalah hal yang absurd dan entah sejak kapan Bianca senang dengan situasi itu, begitu pun dengan Raka. Tepat ketika ulang tahun Bianca yang ke 26 tahun Raka memberinya hadiah, meski hadiah itu adalah permintaan Bianca sendiri dan membutuhkan waktu yang lama ketika paket hadiah itu sampai di depan rumahnya. Bianca senang memiliki teman seperti Raka, teman?????? Fikiran Bianca berhenti pada pertanyaan nya sendiri.



"So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go
'Cause I'm leavin' on a jet plane
Don't know when I'll be back again
Oh babe, I hate to go
There's so many times I've let you down
So many times I've played around
I tell you now, they don't mean a thing
Every place I go, I'll think of you
Every song I sing, I'll sing for you
When I come back, I'll bring your wedding ring"

Malam itu Raka dan Bianca hanya mendengarkan lagu itu via gadget Raka, tak ada
sepatah katapun keluar, keduanya sibuk dalam fikiran masing-masing sambil mendengarkan lagu “Leaving On The Jet Plane” yang dipopuler kan kembali oleh Chantal Kreviazuk, itu lagu yang menjadi soundtrack film Armageddon tahun 1998, meski film itu tidak terlalu menarik bagi Raka, tapi film Armageddon menjadi film terbaik sepanjang masa. Kadang mata mereka saling bertemu dalam jarak layar ponsel itu , entah lah ada perasaan yang aneh yang muncul. Bianca tersenyum “ini lagu kita” ucapanya. Raka hanya tersenyum, kepala mengangguk setuju dengan ucapan Bianca , Lagu kita?? 
Sejak kapan itu menjadi lagu mereka berdua, yang Bianca ingat itu adalah lagu yang pertama kali mereka nyanyikan bersama saat semester kedua di kampus, Bianca dan Raka sangat menyukai lagu itu meski berbeda cara menikmati lagu itu karena ada beberapa versi penyanyi yang menyanyikan nya. Bianca menikmati versi  Chantal Kreviazuk, sedangkan Raka menikmati versi Justin Timberlake dengan alunan musik jazz. Bianca mencoba masuk kedalam fikiran Raka, apa yang sekarang ada dalam fikiran lelaki berusia tiga puluh satu tahun itu. 



Bianca memandang layar gadget kesayangan nya, hari itu Bianca banyak menghabiskan waktu di kamarnya, memandang langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong, sekali-kali tangannya liar membuka social medianya, melihat banyak vidio lucu dan foto-foto pemandangan yang bagus, dan entah sejak kapan kini tampilan layar nya adalah akun sosial media Raka, tak banyak foto Raka yang  di publish kebanyakan foto bersama teman kampus , foto perjalanan mereka saat camping , ya Raka sangat menyukai alam dan traveling, begitu juga dengan Bianca tapi entah kenapa mereka tidak pernah menikmati alam dan traveling bersama-sama. Kini pandangan Bianca tertuju pada satu foto yang di Publish Raka , seorang wanita dengan tinggi sekitar 155 cm, rambutnya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek, wanita itu menggunakan pakain biru dengan perpaduan celana jeans hitam, wanita itu bersandar pada tiang sebuah rumah sambil tersenyum dan memperlihatkan lesung pipi sebelah kanannya, wanita itu tampak bahagia dan mungkin Raka adalah orang yang mengabadikan moment itu, Bianca tahu wanita itu adalah kekasih Raka, tanpa sadar Bianca memandang dirinya masih jauh lebih 
cantik dari wanita itu dan sial… 
Saat fikiran itu muncul, banyak rasa bersalah yang muncul dalam batinnya.

"You only call me your baby when she wasn't there
Now you go calling me crazy because I don't care
We'll never turn back time, now lovin' you is an afterthought
Too late to press rewind when all I want to do, do is stop"

Mereka bilang lagu bisa mengutarakan perasaan seseorang dan saat lagu Daya “Back To Me” di putar banyak pertanyaan yang hadir di kepala Bianca dan seperti biasa Raka selalu menghubungi Bianca setelah dirinya selesai menghubungi kekasihnya dan seperti biasa juga Bianca akan mengangkat telpon dari Raka setelah selesai dengan Joe. Terkadang keduanya sibuk dengan fikiran masing-masing. “kau sayang sama ku”? Tanya Bianca , entah keberanian dari mana yang membuat Bianca mempertanyakan hal itu kepada Raka, Bianca dapat melihat reaksi terkejut Raka namun Raka seolah tenang dan tersenyum namun berkali-kali Raka memutar-mutar cerita yang menurut Bianca itu omong kosong. Lantas jawaban apa yang ingin Bianca dengar? Raka menjawab “ iya “ keduanya kembali terdiam dan suasana terasa canggung seolah-olah tak ingin membahas lebih panjang lagi topik itu. Malam itu masih sama dengan rutinitas Bianca dan Raka mereka selalu Vidio call dan menghabisakan malam sampai Bianca tertidur dan Raka selalu menemaninya 
sampai matanya tidak dapat dikompromi dan akhirnya tertidur juga, kedua nya sibuk mencari topic untuk menghilangkan kecanggungan , ya terkadang mereka saling menceritakan masa lalu mereka , menceritakan siapa-siapa saja yang pernah mengisi hati mereka, malam itu Raka meminta Bianca untuk menemani nya menyelesaikan pekerjaannya dan meski sedikit mengantuk Bianca masih setia menemani Raka, sesekali Bianca bersenandung dan entah kenapa lagu "Lucky I’m in Love With My Best Friend “Jason Mraz tiba-tiba muncul di kepala Bianca, Bianca memandang Raka yang tengah sibuk dengan kerjaannya , apa yang Bianca inginkan dari Raka , bukannya dirinya sendiri tahu jika hubungan mereka bukan hanya sekedar dari seorang sahabat, bukannya itu terlalu naif untuk menyebutnya sahabat. Seberapa besar rasa Raka kepada dirinya, dirinya kah yang menggoda Raka hingga muncul perasaan sayang itu , atau tanpa sadar Raka sudah lama menyanyangi Bianca? Jahatkah dirinya? Bagaimana perasaan Joe dan kekasih Raka, atau salahkah perasaan mereka , bukankah cinta tidak pernah salah dan Bianca sendiri tidak tahu kapan rasa yang aneh itu muncul kepada Raka, rasa nyaman kah ini? atau Cinta? Bagaimana dengan Joe bukanya Bianca juga merasakan hal yang aneh dengan Joe? Jika bisa kembali mengulang waktu, akankah Bianca masih melakukan kesalahan yang sama atau Bianca memilih menjaga jarak? Entah lah, semakin Bianca ingin menemukan semua jawaban-nya semakin banyak rasa bersalah yang timbul dalam hatinya, dan jika ini memang sebuah kesalahan anggap saja mereka menikmatinya di waktu yang salah.
🐢🐢